oleh

Kiai Ma’ruf Balas Puisi Fadli Zon

Garudanews.com, Jakarta – Puisi Fadli Zon berjudul “Doa yang Diganti” masih tetap jadi bola panas. Banyak kelompok cukuplah menyayangkan timbulnya puisi yang disangka diperuntukkan pada KH Maimun Zubair itu. Diantaranya ialah putra KH Ma’ruf Amin, Ahmad Syauqi Ma’ruf Amin.

Menurut Syauqi, tidak seharusnya puisi itu dibikin, ditambah lagi diperuntukkan pada ulama sepuh seperti Mbah Moen. Pria yang akrab dipanggil Gus Oqi ini minta semua pihak mengawasi persatuan serta perdamaian di waktu Pemilihan presiden ini.

“Sangat terpenting ialah mengawasi politik masih aman sebab kita ingin bangsa Indonesia masih damai serta aman,” tutur Gus Oqi waktu jadi pembicara pada diskusi publik “Politik Dajjal? Begal Doa Kyai” di Sekretariat Master C19 Portal KMA, Jakarta, Selasa (12/2).

“Wahai penggalau doa, Kau tuding doa direvisi seenak galaumu, Doa siapa kau tidak berani ucap, Koreksi doa kau fikir keahlianmu. Wahai penggalau doa, Salahpun tidak dapat terasa, Menyandang pintarpun kau tidak patut, Kau hanya manusia penggalau doa. Seperti dajjal dibelah dua”.

“Ini cuma pujian saya, saya orangnya tidak ingin mencela,” papar Gus Oqi.

Pada diskusi itu, Tidak hanya Gus Oqi ikut ada diantaranya Katib PBNU KH Nurul Yaqin Ishak serta pengamat politik Karyono Wibowo.

Sesaat Karyono Wibowo lebih mengutamakan pada permasalahan Penentuan Presiden (Pemilihan presiden). Menurutnya, Pemilihan presiden kesempatan ini tidak cuma merebutkan jabatan presiden serta wapres, tetapi pertempuran ideologi, pada grup moderat serta radikal.

  1. “Berhati-hati siapa saja penguasanya, janganlah gampang lakukan transaksi dengan grup yang mengangkat ideologi radikal. Lebih baik bangun prinsip dengan grup tukang parkir atau preman sekalinya, sebab mereka bebas nilai, berarti mereka cukuplah jika keperluan sudan dipenuhi. Tetapi jika grup radikal, bukan sekedar uang, tetapi pun ruangan. Mereka akan menuntut ruangan untuk tempat kelompoknya,” papar Karyono.

Komentar

News Feed