oleh

Bawaslu 158 WNA Terdaftar di DPT, ditemukan Terbanyak di Bali

Garudanews.com, Jakarta – badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) temukan ada 158 masyarakat negara asing (WNA) yang disangka terdaftar dalam rincian pemilih masih (DPT). Penemuan itu berdasar pada pengawasan serta riset faktual pada kekuatan WNA tercatat dalam DPT

Rinciannya, 36 orang diketemukan di Propinsi Bali, tujuh orang di Banten, 10 orang di Yogyakarta, satu orang di Jakarta, satu orang di Jambi, 29 orang di Jawa Barat, 18 orang di Jawa Tengah, 37 orang di Jawa Timur, dua orang di Kalimantan Barat, satu orang di Bangka Belitung, serta satu orang di Lampung.

Diluar itu, ada enam orang di Nusa Tenggara Barat, dua orang di Sulawesi Utara, enam orang di Sumatera Barat, serta satu orang di Sulawesi Tengah.

Anggota Bawaslu Mochamad Afifuddin menjelaskan terdaftarnya WNA dalam DPT sebab proses pencocokan serta riset (coklit) KPU tidak dikerjakan dengan mendatangi langsung rumah ke rumah.

“Analisis Bawaslu tunjukkan, dari 10 rumah yang didatangi langsung oleh pengawas Pemilu, 1 sampai 2 rumah waktu coklit tidak didatangi oleh petugas. Perihal ini menyebabkan koreksi langsung pada status kewarganegaraan tidak bisa dikerjakan,” tutur Afifuddin di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat.

Afifuddin mengakui belumlah mencocokkan temuannya masalah data WNA dengan KPU. Bawaslu bersama dengan Kemendagri serta KPU baru akan lakukan kordinasi serta pelajari siang hari ini.

Kata Afifuddin, Bawaslu akan minta KPU mengevaluasi coklit DPT. Sebab data kependudukan pemilih dari Kemendagri (DP4) jadi pertimbangan verifikasi faktual.

“Bila pencocokan riset ini berjalan dengan baik, jadi yang berikut akan hilang. tentu yang namanya coklit data berikut ada melesetnya, yang kita tekankan ialah usaha pembersihan DPT memiliki masalah serta tidak penuhi prasyarat,” kata ia.

Komentar

News Feed