oleh

Cedera kaki Bu Risma Bekerja di Kursi Roda, Begini Kondisi Saat Ini

-Berita, daerah-58 views

Garudanews.com., Surabaya – Waktu itu Risma turun ke Jalan HR Muhammad menertibkan lalu lintas di dalam mengatasi genangan yang tampil di jalan khusus itu. Tidak diduga, Risma keseleo. Setelah dibawa, hasil magnetic resonance imaging (MRI) tunjukkan adanya robekan otot tendon achilles di ke-2 kakinya yang berdiameter 6-7 cm. Akan tetapi berita mengenai cedera Risma yang konon sampai membuat tidak sadarkan diri itu sudah terburu viral.

Akan tetapi pemkot cepat-cepat menghalau berita itu. Humas mengklarifikasi jika wali kota wanita pertama di Surabaya itu tidak tidak sadarkan diri. Tetapi kakinya keseleo serta mesti dipapah ke mobilnya selesai menertibkan lalu lintas. Oleh dokter, Risma dianjurkan supaya tidak melakukan aktivitas dulu untuk memulihkan kondisinya. Sampai pada hari Selasa (18/12) malam, Jalan Gubeng amblas karena project basemen di samping RS Siloam.

Pada awal-awal amblasnya Jalan Gubeng, Risma tidak terlihat sekalinya berkunjung ke tempat. Akan tetapi pada Kamis (20/12) pagi, penduduk dikagetkan dengan kedatangan wali kota 2 periode itu yang menggunakan kursi roda.

Mulai sejak itu, nenek satu cucu ini tidak sempat mangkir menyambangi tempat recovery Jalan Gubeng, pagi ataupun sore, hujan ataupun jelas. Bahkan juga pada hari pertama, Risma langsung ‘beraksi’ dengan mengendalikan dump truk yang terparkir semrawut di seputar tempat amblasnya jalan.

Sampai Jalan Gubeng di buka kembali, Kamis (27/12) lantas, Risma ikut masih tetap tampak lakukan pemantauan, baik dengan cara langsung ataupun lewat drone. Keseluruhan Risma telah berkursi roda 10 hari semenjak 20 Desember 2018.

Walau mesti duduk di kursi roda, akan tetapi tidak membuat Risma patah semangat. Ia selalu memonitor serta memberi petunjuk recovery Jalan Gubeng yang amblas karena project basemen RS Siloam.

Lantas bagaimana keadaan Risma sekarang ini? Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser pastikan Risma cuma keseleo. Selebihnya keadaan Risma baik-baik saja. Akan tetapi dia masih tetap rasakan sakit waktu berjalan cukup jauh.

“Buat jalan pelan-pelan di jalan yang leter (datar) masih tetap dapat. Tetapi jika jalan sudah nanjak beliau masih tetap rasakan sakit,” kata Fikser

selama saat pemulihan, Risma cuma memperoleh therapy di kediamannya.
“Pemulihan serta penyembuhan cuma therapy pilihan saja serta pijat tradisionil saja. Tidaklah sampai kontrol ke rumah sakit kembali,” jelas Fikser.

Tidak cuma memonitor recovery jalan, di acara-acara spesifik, Risma berusaha ada dengan kursi rodanya. Seumpama di hari Rabu (26/12) lantas, pemkot membuat acara doa bersama dengan untuk keselamatan Indonesia, terutamanya Surabaya.

Dalam peluang itu, alumnus ITS itu ikut tampak turun-naik tangga Balai Kota dengan menggunakan lift kursi untuk penyandang difabel yang telah terpasang semenjak bulan Agustus 2016.
“Kita belumlah tahu apa keadaan kaki ibu makin lebih baik atau belumlah. Tetapi yang tentu jika turun lapangan memang seharusnya masih sediakan kursi,” tutup Fikser.

Komentar

News Feed