[OpiniI] Kebijakan Pembelian Kantong Plastik Rp.200 Adalah GUYONAN,

 Kebijakan Pembelian Kantong Plastik Rp.200
 Kebijakan Pembelian Kantong Plastik Rp.200 Kurang Efektif
Garuda News – Banyak Pro dan kontra tentang kebijakan pemerintah dengan membeli katong plastik seharga RP.200 (dua ratus rupiah) salah seorang netizen mengungkapkan sebua opini yang menurt nya kebijakan pembelian kantong plastik ini adalah sebuah lelucon dan sangat membebankan biaya pembeli masyarakat. Berikut opini salah seorang Netizen yang geram dengan kebijakan ini

 [OPINI] Menurut saya kebijakan kantong plastik bayar Rp. 200 adalah GUYONAN, mengapa :

1. Kantong Plastik yang kita terima itu sebenarnya sudah masuk dalam hitungan harga jual, seperti kita beli minuman kemasan yang dibawa pulang dari sebuah gerai makanan, gelas plastiknya sudah masuk harga jual. Pengusaha tidak mau rugi, dan jelas sudah memperhitungkan modal dan harga jual produk + aksesorisnya. Jadi lupakan kata GRATIS, itu PEMBODOHAN saja, tidak ada yang gratis dalam bisnis. Jadi apa yang dibeli dengan bayar Rp.200,- ? Barang yang sebenarnya sudah kita bayar?

2. Kantong plastik di supermarket atau minimarket biasanya memuat logo perusahaan yang bersangkutan. Jelas ini adalah MEDIA PROMOSI yang sudah diperhitungkan harganya. Membeli media promosi milik perusahaan adalah KONYOL!
Apa anda mau beli brosur dari toko yang jual alat2 bangunan ?

3. Dana Rp. 200 itu untuk apa? Jika dimasukkan ke keuntungan perusahaan, itu super duper KOPLAK. Membebani biaya beli masyarakat dan menguntungkan konglomerat.

4. Pembeli akan lebih memilih beli plastik, daripada bawa kantongan sendiri yang jelas2 ribet. Dengan harga Rp.200, tidak banyak yang keberatan. Jadi dimana EFEKTIFITAS pengurangan sampah plastiknya?
Lucunya lagi, saya yakin pejabat2 yang menyetujui peraturan ini juga bakal beli kantong plastik di supermarket.

5. Jika tujuannya mengurangi kantong plastik, harusnya dicarikan ALTERNATIF kantong dari bahan lain yang murah dan ramah lingkungan, bukan malah membebani konsumen dengan biaya kantong plastik. Kampanye NO PLASTIC BAG itu mengganti kantong plastik dengan kantong bahan lain, bukan menjadikan Kantong Plastik berbayar.

Terakhir, supaya tidak dibilang nyinyir tanpa solusi, saya kasih link salah satu contoh solusinya yang sebenarnya sudah di pasarkan sejak 2012, Kantong belanja berbahan singkong yang ramah lingkungan. So... solusi itu ada, tinggal mau atau tidak Pemerintah berperan aktif membantu pengembangannya.