Kupas Tuntas Investigasi Beras Plastik

beras plastik sintetis
Beras Plastik
Garuda News – Sejak beberapa waktu terakhir, orang-orang ramai dengan peredaran beras yang memiliki kandungan bahan sintetis beresiko sejenis senyawa plastik. Kemunculan beras plastik di Bekasi yang mendekati puasa dan di waktu keadaan politik tengah memanas menyebabkan sinyal bertanya besar siapa yang bermain-main di komoditas pangan ini.

Pemerintah serta Kepolisian sudah pasti dikira kecolongan pengawasan bila beras plastik itu datang dari impor. Bahkan juga hingga pada pengujian laboratorium juga, pemerintah berkesan lamban dalam mengatasi masalah ini. Sesungguhnya bagaimanakah misteri beras plastik di Indonesia dapat tersingkap? Serta apa yang dikerjakan pemerintah membuat perlindungan warga dari bahaya yang meneror pada beras plastik itu?

Awal Mula Beras dari Plastik diketahui

sharing cerita waktu temukan beberapa kejanggalan saat memasak beras yang disangka digabung bahan plastik. Sang adik yang turut konsumsi beras itu alami sakit perut. "Waktu saya masih tetap di Sukabumi, adik saya di Warteltuturnya, Ceu kok berasnya beda ya? Masih tetap meretes. Selang satu jam, dia telephone lagi kok perut saya mules-mules, kok agak getir ya, " kata Dewi dalam obrolan" Kejahatan Beras Sintetis " di DoubleTree by Hilton Hotel, Cikini, Jakarta, Sabtu (23/5/2015).

Dewi menyampaikan adiknya memasak untuk kepentingan keluarga. Beras yang dimasak adiknya yaitu barang yang dibeli Dewi di toko langganannya di Mutiara Gading, Bekasi Timur, pada Rabu 13 Mei. Ia beli beras enam liter yang beberapa besar untuk kepentingan dagang bubur ayam serta nasi uduk.

Setelah pulang dari Sukabumi, Dewi tak segera mengecek beras yang telah dimasak adiknya. Tetapi, keesokannya saat memasak di ruko dimana ia berjualan, Dewi mencium ada yang janggal. " Saya ke ruko jualan seperti umum jam 04. 00 WIB subuh. Buat masak bubur serta nasi uduk. Umumnya masak satu jam bubur telah kelar, namun ini kok satu jam lebih jadi tidak menyatu dengan air. Beras itu nempel sama panci. Sekali dicoba dua jam ke depan jadi semakin banyak air. Beras itu sedikit mekar jadi terpisah dari air, " tutur Dewi.

Dewi pernah berpikir salah pilih type beras. Ia lalu coba memasak nasi uduk. " Saya mikir salah nih. Cobalah deh masak nasi uduk. Namun, sesudah jadinya kok nasinya jadi benyek ya, " katanya. Sesudah kejanggalan memasak beras, Dewi juga cobalah memberitahukan info ini pada suaminya serta media sosial. Setelah itu, dia cobalah mengecek acara tv yang sebagian isi kabarnya mengulas peredaran beras plastik.

Beras Plastik Sintetis juga Diduga dari China

beras palsu yang terbuat dari limbah plastik asal China telah mulai beredar di market. Mungkin saja, beras palsu ini dapat telah masuk Indonesia.

Berdasar pada info media Singapura, China tengah menghasilkan beras palsu. Beras palsu ini tengah diedarkan di kota Cina Taiyuan, di propinsi Shaanxi.

Bahkan juga dayakini beras-beras itu juga diekspor. Beras palsu ini terbuat dari paduan kentang, ubi jalar serta limbah plastik yang direkayasa sedemikan rupa hingga berupa mirip beras.

Bukan sekedar itu, ditulis dari bintang.com, produsen beras palsu ini dapat memberikan resin sintetis industri. Resin sintetis ini disebutkan sangatlah beresiko bila dimakanlantaran dapat menyebabkan kanker.

Cara Membedakan dan mengetahui Ciri beras plastik

Melihat beras dari bentuknya

Penampilan beras asli mempunyai guratan dari sisa sekam padi, sedang beras plastik tak tampak guratan pada bulirnya serta memiliki bentuk agak lonjong.

Melihat ujung-ujung bulir beras

Pada beras asli ada warna putih di tiap-tiap ujungnya, warna itu adalah zat kapur yang memiliki kandungan karbohidrat. Tengah beras bercampur plastik tak ada warna putihnya.

Direndam Air

Bila beras asli di rendam di air jadi bakal beralih warna jadi lebih putih, sedang beras plastik akhirnya akan tidak menyatu serta airnya akan tidak beralih jadi putih. Selain itu juga cenderung akan terapung.

Dengan Kertas

Bila beras palsu di taruh diatas kertas jadi tampak beras tak alami, berupa lengkung, tak ada patahan.

Tanggapan Presiden Mengenai Beras Plastik Sintetis

Pak Jokowi meminta orang-orang sabar serta tak gegabah dalam menyikapi masalah beras sintetis. Jokowi juga meminta media tidak untuk membesar-besarkan permasalahan beras sintetis lantaran masih juga dalam step riset beberapa pakar.

" Anda tidak usah gede-gedein, wong di satu tempat saja kok. Ini baru dipandang di labnya IPB, di labnya BPOM. Bila telah kami simpulkan, baru kita bicara. Janganlah seluruhnya bicara, seluruhnya bicara, namun membesarkan permasalahan saja, " kata Jokowi waktu ikuti car free day di Solo, Minggu (24/5/2015).

Jokowi menyatakan bakal mencari akar permasalahan beras sintetis itu. " Yang paling utama, akar masalahnya apa? Dicek bener. Apakah cuma di Bekasi atau cuma di satu warung saja? Motivasinya apa? " tuturnya.

Jokowi menyangsikan peredaran beras plastik itu dilatarbelakangi mencari keuntungan lantaran harga plastik lebih mahal dari pada beras. " Dengan cara logika, tidak masuk bila motifnya mencari untung lantaran harga plastik lebih mahal dari beras, " tuturnya.