22 Penyelundupan Burung Kakatua Melalui Botol Mineral Hingga Mati

Garuda News – Sekurang-kurangnya 12 kakaktua mati dari 22 ekor yang diselundupkan dengan memakai botol plastik, kata petinggi balai besar konservasi sumber daya alam Jawa Timur.  " Memanglah kondisinya memprihatinkan, stres serta lemas. Saat ini telah kita titipkan ke instansi konservasi yang sarana perawatannya semakin bagus, " kata Samsul Hadi, Koordinator Polisi Rimba BBKSDA Jawa Timur.

Samsul Hadi, menyampaikan polisi telah menyerahkan kakaktua itu ke BBKSDA serta setelah itu bakal diserahkan ke instansi konservasi untuk di check dengan petugas medis.
Dari 22 satwa, saat turun dari kapal, telah mati tujuh. Ditempat kandang transit kita mati lima, " ujar Samsul.

Penyelundupan Burung Kakatua Melalui Botol Mineral Hingga Mati
Penyelundupan Burung Kakatua Melalui Botol Mineral Hingga Mati
Burung-burung itu telah dititipkan ke kami juga sebagai tanda bukti. Ada 22 ekor. Saat diserahkan tujuh mati, sebagian salah satunya telah lemah, " kata Samsul pada BBC Indonesia merujuk pada penyitaan 22 burung di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Samsul menyampaikan modus penyelundupan seperti ini telah 2 x th. ini berlangsung lewat Tanjung Perak.
Burung dimasukkan dalam botol untuk mengelabui petugas agar tak ribut saat di check. Namun nampaknya tak ada dampak kapok, lantaran pelaku berdasar pada UU no 5/90 (perihal sumber daya alam) hadapi penjara optimal lima th. serta denda Rp100 juta.