Cacing Parasit Penyakit Menular Jika Membunuh Kecoa

Penyakit Akibat Membunuh Kecoa
Penyakit Akibat Membunuh Kecoa
Garuda News – Apa yang ada di benak anda jika melihat se ekor kecoa yang melintas di sekitar rumah anda jijik dan sebagian anda pun pasti takut jika kecoa terbang dan mendekati dan tindakan yang dilakukan pasti ingin membunuhnya. Beberapa bulan yang lalu di hebohkan dengan rumor benar atau tidak?? jika membunuh kecoa sampai mati dengan cara dipukul dan sampai isi perutnya keluar menyebabkan tertularnya penyakit cacing yang ada di dalam tubuh kecoa tersebut.

Karena ada hasil penelitian yang menyatakan bahwa serangga bernama kecoa tersebut memiliki cacing parasit di dalam perutnya yang apabila keluar dari perut kecoa, bisa saja menempel pada kulit manusia dan masuk ke dalam tubuh manusia melalui pori-pori. Hal inilah yang menyebabkan kecoa menjadi sangat berbahaya ketika dibunuh dengan cara digencet. Sebab didalam perut kecoak terdapat cacing halus/lembut yang tetap hidup meskipun diluar dari tubuh kecoak dan walaupun kita sudah memukulnya hingga mati. Bila cacing ini telah ada di luar dari tubuh kecoak (perut), maka dia akan bergerak untuk mencari tempat/indukan baru.


Menurut dr. Chabib Afwan selaku Deputi Zoonosis Kementrian Koordinasi Kesejahteraan Rakyat RI cara baik membunuh kecoa jangan di pukul atau di genjet sampai keluar isi perutnya. Lebih baik membunuh dengan menggunakan pestisida atau racun-racun serangga yang ada di toko.

Menurut Dr. Drh. Upik Kesumawati Hadi MS, salah seorang ahli parasitologi dari Departemen Ilmu Penyakit Hewan Institut Pertanian Bogor menyatakan “Kalau keluar isi perutnya dan kuman-kuman seperti bakteri, cacing dan telurnya menempel pada makanan, tentu bisa sangat berbahaya dan beresiko. Karena kebanyakan kasus penularan penyakit cacing itu biasanya lewat makanan dan jarang yang terjadi masuk lewat pori-pori tubuh. Yang penting setelah membunuh kecoa itu kita segera membersihkan tangan atau bagian yang terkena bagian tubuh kecoa tersebut.”

Pada gambar penyakit di kaki akibat kecoa yang diatas memang belum ada di indonesia, mereka hidup di daerah Afrika. Namun, meski dijelaskan bahwa penularan cacing jarang terjadi melalui pori-pori kulit Sekali lagi, untuk berjaga-jaga dan demi keshatan keluarga, agar kita dapat menghindari penyakit yang terjadi akibat penularan kecoa. Dan tidak semua kecoak membawa cacing ini didalam tubuhnya,