Teknologi Baru Ponsel ini Mampu Mendeteksi HIV dan Sipilis




Teknologi Baru Ponsel ini Mampu Mendeteksi HIV dan Sipilis
Teknologi Baru Ponsel ini Mampu Mendeteksi HIV dan Sipilis
Garuda News – Berbagai ahli  pakar periset sudah membikin alat telepon pintar yang dapat memberi tahu petugas kesehatan dalam waktu 15 menit apakah seseorang terinfeksi HIV serta sipilis.
Tes-tes sederhana serta terjangkau yang dapat dengan cepat mendiagnosa penyakit serta dipakai di tahap-bagian dunia yang susah dijangkau sejak lama menjadi tujuan pembuat alat-alat layanan kesehatan. Saat ini berbagai periset sudah membikin alat telepon pintar yang dapat memberi tahu petugas kesehatan dalam waktu 15 menit apakah seseorang terinfeksi HIV serta sipilis.

Sebuah alat kecil yang dapat dipasang pada jack audio telepon pintar tipe apapun kini dapat meperbuat apa yang sebelumnya hanya dapat diperbuat di laboratorium.? Menurut pembuat peralatan, Sam Sia seorang insinyur bio medis dari Universitas Columbia di New York, alat ini dihidupkan oleh baterai telepon pintar serta mendeteksi pertanda biologis dua penyakit yang menular lewat hubungan seks.

Kita melakukan tiga faktor pada saat yang sama. Satu untuk HIV, dua untuk sipilis serta yang ketiga kami dapat mendapat hasilnya dalam 15 menit. Serta hasil-hasil itu dapat timbul di telepon serta dapat ditepatkan dengan catatan pasien yang tersimpan di server, tempat penyimpanan info nir kabel, Cloud. Memakai server cloud dapat mempermudah jalan masuk para dokter untuk mendiagnosa penyakit-penyakit kelamin. Perawatan yang tepat HIV serta sipilis dapat menghentikan penyebaran penyakit yang berpotensi mematikan.?

Semua unsur serta bahan kimia yang dipakai untuk tes itu terbungkus dalam plastik,dan memakai alat sekali pakai. Alat itu menganalisa darah dari satu alat kecil.?
Alat itu diuji dalam uji klinis bunda hamil di Rwanda yang sangat selesaiiko menularkan HIV serta sipilis terhadap anak-anak mereka.? Alat itu bekerja sebaik tes darah ELISA yang dengan cara biasa dipakai di laboratorium untuk mendiagnosa sejumlah infeksi.

Biaya yang diperkirakan 34 dolar untuk alat itu serta kurang lebih 1,50 dolar untuk kaset pembungkusnya sangat kecil dibandingkan 18 ribu dolar untuk peralatan yang diperlukan untuk meperbuat tes ELISA.?  Diperlukan waktu 30 menit untuk melatih petugas kesehatan Rwanda. Sia berbicara alat tes itu dapat membikin tes dengan telepon pintar terjangkau pemakaiannya di negara-negara yang sedang berkembang.

Dalam situasi tersebut, alat ini mungkin bakal disimpan oleh petugas layanan kesehatan jadi mereka dapat memakainya di klinik-klinik meskipun klinik dengan listips yang tak stabil alias mereka dapat membawanya di tas saat mereka berada di lapangan serta meperbuat tes terhadap pasien dimana saja mereka berada.? Pemakaian alat ini diterbitkan dalam jurnal Science Translational Medicine