KPI Hentikan Sinetron GGS

Adegan Perilaku sinetron GGS yang tak pantas di lakukan   

Garuda News – KPI Komisi Penyiaran Indonesia memberikan sanksi pengberhentian sementara sinetron Ganteng-Ganteng Serigala. Sanksi tersebut berikan lantaran sinetron yang sedang naik daun ini melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS).

Banyak terjadi pelanggaran pada tayangan Ganteng-Ganteng Serigala pada tanggal 16 Agustus 2014 lalu. Dalam episode tersebut terdapat adegan seorang gadis melompat ke dalam api serta adegan remaja berseragam berpelukan di lingkungan sekolah. Pelanggaran perihal adegan berpelukan bukan sekali ini terjadi. Pada tayangan 30 Mei 2014, program andalan SCTV tersebut juga menampilkan kemesraan di lingkungan sekolah sehingga mendapat dua kali teguran.

Karena sudah seseringkali mendapatkan teguran dan sanksi administratif sebanyak 2 kali dan mengulanginya lagi, maka KPI putuskan sinetron GGS akan dihentikan sementara selama tiga hari. Yakni pada tanggal 21, 22 dan 23 Oktober 2014. Dilansir dari situs resmi KPI, sinetron yang dibintangi Ricky Harun, Kevin Julio dan Jessica Mila ini dikatakan tidak mengandung pendidikan, ilmu pengetahuan dan budi pekerti. Juga tidak sesuai dengan perkembangan psikologis remaja serta bertentangan dengan etika yang ada pada pendidikan.

Tayangan sinetron remaja sepertinya tengah jadi salah satu trend di dunia perfilman tanah air. Lihat saja, beberapa judul kerap menemani pemirsa tiap harinya seperti DIAM DIAM SUKA, GANTENG-GANTENG SERIGALA, hingga MANUSIA HARIMAU.

Beberapa sinetron remaja saat ini lebih memilih tuk menggabungkan elemen fantasi dengan romansa di dalamnya. Sedangkan lainnya tetap mencoba cara lama, yakni romansa murni dengan karakter antagonis sebagai pemanisnya.

Terlepas dari segi cerita atau genre-nya, ada satu hal lagi yang unik dalam penjudulan film di tanah air saat ini. Judul memang terkesan biasa dan tak penting, namun hal itu lah yang sebenarnya jadi magnet untuk pemirsa supaya mereka penasaran dan akhirnya terjerat di kursi depan televisi masing-masing tiap harinya.