Awal November BBM Naik Menjadi Rp.9.500 Per Liter

BBM Naik Menjadi Rp.9.500 Per Liter
BBM Naik Menjadi Rp.9.500 Per Liter

Garuda News – Setelah dilantik pada hari senen tanggal 20/10/14 presiden Jokowi Dodo dan Jusuf Kalla kini harus melakukan kerja keras karena sebelumnya kuota BBM untuk akhir tahun di nyatakan akan tidak cukup kuotanya maka kebijkan dengan menaikan harga BBM Hal ini dikarenakan agar dapat mengurangi APBN defisit pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hutang negarayang telah ditinggalakan oleh pemerintahan sebelumnya menjadi beban negara untuk berkembang. Kata Jokowi "Kamu harus baca sendiri, APBN 2015 kamu baca. Kan kelihatan, berapa untuk bayar subsidi, berapa untuk bayar utang, kan kelihatan, kemudian anggaran mengikat"

Alasan Jokowi akan menaikkan BBM yang lainnya, yaitu supaya subsidi dari anggaran menjadi tepat sasaran. Subsidi yang awalnya untuk BBM, nanti bisa dialihkan ke usaha kecil produktif, benih untuk petani, pestisida, dan solar untuk nelayan adalah beberapa kebutuhan yang akan mendapat subsidi.

Jokowi juga berencana mempercepat pembangunan pipa gas untuk industri dan transportasi umum.
Alokasi APBN banyak sekali sehingga jangan sampai masyarakat Indonesia menjadi terbiasa dengan subsidi-subsidi yang justru akan memberatkan anggaran negara. Lebih baik subsidi dialihkan untuk membangun Infrastuktur negara dan fasilitas pelayanan masyarakat misalnya.

Masyarakat Indonesia kini tengah digonjang-ganjingkan akan kabar yang merebak tentang naiknya harga BBM subsidi mulai 1 November minggu depan. Berita tersebut pun dikomentari oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengatakan bahwa naiknya harga bahan bakar bersubsidi masih belum ditentukan. "Itu sudah lama sekali dibahas, sudah berpuluhan kali (dibahas) pertemuan seminar.

Hanya tanggalnya belum ditentukan," tutur JK di Kantor Wakil Presiden Kompleks Istana Negara, Jalan Merdeka Utara, Jakarta belum lama ini, Harga BBM bersubsidi dikatakan akan naik sebesar 46,1 persen dari harga sekarang atau sebesar Rp 3.000, dari Rp 6.500 per liter menjadi Rp 9.500 per liter. Kenaikan tersebut akan menghemat anggaran negara untuk tahun ini hingga Rp 20 triliun. Namun bagaimana dampaknya di masyarakat nanti?