Video Mesra Anggota DPR dan Pelajar di Bengkulu Beredar

Beredarnya Video Mesra Anggota DPR dan Pelajar SMA di Bengkulu
Beredarnya Video Mesra Anggota DPR dan Pelajar SMA di Bengkulu

Garuda News – Setelah sebelumnya terjadi kasus video mesra yang meresahan warga Bandung dengan memakai seragam PNS Pemkot Bandung. Kini sudah muncul kasus video mesra yang kali ini dilakukan oleh seorang anggota DPRD periode 2009-2014 di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.

Dalam video berdurasi 21 menit 33 detik itu, seorang anggota DPRD tersebut melakukan adegan mesranya bersama seorang siswa SMA swasta di Kota Curup Bengkulu. video mesra itu membuat keresahan warga kota bengkulu terutama Pemkot Kota bengkulu sendiri karena Video itu sudah beredar luas di masyarakat. Video mesra ini beredar dari ponsel satu ke ponsel yang lain. Dalam video terlihat remaja perempuan itu beradegan mesra dengan masih mengenakan seragam sekolah. Adegan dilakukan di kamar kos dan direkam menggunakan telepon genggam tersembunyi.

Terlihat secara dari kualitas gambar dan cahaya yang tampil sangat minim mengandalkan penerangan lampu kamar kos saja. Kepolisian Bengkulu telah menangani kasus ini. Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Joko Suprayitno mengatakan, tengah mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap kasus ini.  Video itu dibuat satu bulan lalu dan baru beredar beberapa hari ini. "Dalam salah satu percakapan menyebutkan soal hasil pilpres, ini menyatakan bahwa video ini baru direkam," Kata Joko di Mapolda Bengkulu (8/9/2014)

Polisi kota Bengkulu sendiri sudah memeriksa orangtua remaja perempuan yang masih duduk di kelas II SMA itu. Rencananya hari ini, pelaku pria yang gagal menjadi anggota dewan periode 2014-201 itu, akan diperiksa. Di tengah ramainya kasus ini, muncul juga kasus rekaman video mesra serupa. Adegan mesra itu dilakukan pria yang sama, namun dengan wanita yang diduga mahasiswi.

Menurut Joko, video itu juga tengah diselidiki guna mengetahui motif di balik beredarnya video mesum yang membuat resah masyarakat itu. "Kita selidiki motifnya, apakah masuk dalam pelanggaran pidana pornografi, pemerasan atau pelanggaran undang undang perlindungan anak," ujar tegas Joko Suprayitno .