Menteri ESDM Jero Wacik di Tetapkan Sebagai Tersangka Oleh KPK

Jero Wacik di Tetapkan Sebagai Tersangka Oleh KPK
Jero Wacik di Tetapkan Sebagai Tersangka Oleh KPK

Garuda News – Setelah (KPK) Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik sebagai tersangka, pada hari Rabu (3/9/2014). Menteri ESDM Jero Wacik diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait dengan pengadaan proyek di Kementerian ESDM pada tahun 2011-2013. Setelah dikeluarkannya surat perintah untuk penyidikan tanggal 2 September 2014, untuk menguatkan peningkatan status penyidikan atas nama tersangka Jero Wacik dari Kementerian ESDM," Ujar Zulkarnaen saat ditemui di Gedung KPK jakarta.

Abraham Samad Ketua KPK yang sebelumnya pernah mengatakan, bahwa KPK menemukan kejangalan indikasi atas pemerasan terkait dengan pengadaan proyek di Kementerian ESDM. KPK sendiri kini telah melakukan gelar perkara terkait dugaan keterlibatan Jero wacik dalam proyek pengadaan di Kementerian ESDM tersebut.

Penyelidikan terkait proyek pengadaan di Kementerian ESDM ini merupakan hasil pengembangan proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan di Sekretariat Jenderal ESDM yang menjerat mantan Sekretaris Jenderal ESDM Waryono Karno. Lembaga antikorupsi itu juga telah meminta keterangan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa.

Seusai yang dimintai keterangan KPK beberapa waktu lalu, Jero mengaku diajukan pertanyaan seputar (DOM) Dana Operasional Menteri. Masalah DOM di Kementerian ESDM ini menjadi salah satu fokus penyelidikan KPK. Karena diduga, ada keganjalan dalam penyalahgunaan DOM di Kementerian ESDM. Indikasi penyelewengan itu muncul setelah KPK menemukan adanya perintah Jero kepada Waryono Karno saat Waryono masih menjabat sekretaris jenderal untuk "memainkan" anggaran di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sementara itu, Jero mengatakan bahwa DOM tersebut anggarannya sudah ditetapkan dalam APBN melalui surat keputusan Menteri Keuangan. Namun, Jero tidak mau menyebutkan berapa jumlah DOM yang diterima di tiap-tiap kementerian. Jero diajukan pertanyaan oleh KPK seputar dugaan penyimpangan dana di Kementerian ESDM dari tahun 2010 hingga 2013. Namun, dia mengaku karena baru menjabat menteri ESDM pada Oktober 2011.