Vaksin Tembakau Mencegah Virus Ebola

Tembakau Vaksin Ebola
Bahan Vaksin Ebola

Garuda News – Virus Ebola masih terus menghantui warga di Afrika khususnya afrika Barat. Wabah ini telah membunuh ribuan orang disana. Meski belum menyebar ke Asia, Amerika, Eropa, dan Australia (semoga tidak), Indonesia terus mengantisipasi penularan virus tersebut dan tetap waspada dengan melakukan berbagai upaya pencegahan.

Pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang apa itu virus ebola dan gejala virus ebola. Kini Pencegahan ebola dilakukan dengan cara menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan. Diharapkan masyarakat juga selalu menjaga kebersihan lingkungan maupun diri sendiri.

Guru Besar Bio Cell Universitas Brawijaya Malang Sutiman mengungkapkan tembakau yang tumbuh di sejumlah wilayah di Tanah Air bisa untuk menangkal virus ebola yang saat ini ditakutkan karena mematikan, juga belum ada obatnya.

Menurut Prof. Sutiman virus ebola menular lewat kontak badan atau ludah dan bisa merusak sistem peredaran darah hingga pembuluh darah pecah dan mengakibatkan fungsi hati dan ginjal menurun dan darah keluar dari kulit. "Virus ebola itu memang mirip penyakit HIV/AIDS yang masih belum ditemukan obatnya. Namun, untuk mencegah virus tersebut tidak sampai meluas, sebenarnya cukup mudah, yakni dengan tembakau yang diolah menjadi vaksin"

Prof. Sutiman mengatakan bahwa tembakau memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Hal itu sudah dimengerti sejak pertama kali di Amerika Serikat ditemukan bahwa tembakau bisa digunakan sebagai obat. Orang Eropa membawa tembakau Amerika itu ke negara mereka untuk dibuat obat. Menurut Sutiman, selain digunakan sebagai obat berbagai macam penyakit, tembakau juga bisa dibuat sebagai vaksin untuk mencegah virus ebola.

Menurut Prof. Sutiman Tembakau dapat digunakan sebagai vaksin ebola, di dalam tanaman tembakau mengandung tobacco muzaic virus dan untuk virus ebola dapat disisipi gen antibodi untuk antiebola. dan beliau juga mengatakan atas nama Universitas Brawijaya Malang akan siap membuat vaksin tersebut jiga diberi kepercayaan oleh badan kesehatan resmi Indonesia maupun dunia.

Namun kenalanya untuk mengembangkan vaksin tersebut di pasaran sangat sulit karena persoalan kompleks walaupun beliau yakin jika di balik popularitas virus tersebut akan memunculkan vaksin baru, salah satunya vaksin meningitis yang pernah tenar ketika menjelang musim haji pada tahun tahun sebelumnya.