Ciri dan Gejala Virus Ebola

Virus Ebola
Virus Ebola

Garuda NewsVirus Ebola Adalah wabah virus mematikan dari Afrika. Sejauh ini menewaskan sekira ribuan warga jiwa di Guinea, Liberia, Nigeria, dan Sierra Leone, Mewabahnya virus Ebola di Afrika Barat telah menarik perhatian dunia internasional. Gejala virus ebola pada seseorang yang terinfeksi ditandai dengan badan terasa panas selama paling tidak dua hari hingga tiga minggu, diare, kepala pening, muntah-muntah, otot linu-linu, dan tenggorokan sakit.

Selain megamati gejala virus ang mewabah ini, para ilmuan juga mencoba membuat vaksin virus ebola. Sekarang mari kita simak, apa saja gejala terinfeksi virus ebola yang mematikan ini. Berikut ulasannya, seperti dikutip dari Boldsky, Rabu (13/8/2014).

Perdarahan
Biasanya, Ebola menyebabkan perdarahan dari selaput lendir seperti mata, hidung, hingga telinga, pendarahan juga terjadi di mulut dan gusi. Hal ini terjadi biasanya dalam waktu sekira 3 sampai 4 pekan setelah teinfeksi jika gejala-gejala tidak diobati. Ada juga kemungkinan penderita mengeluarkan darah melalui usus atau miss v pada wanita.

Demam tinggi, kelelahan dan menggigil
Virus Ebola biasanya akan memengaruhi kondisi fisik, salah satunya kedinginan seperti gejala demam berdarah (DB), malaria dan kelelahan. Gejala lainnya yaitu demam tinggi yang tidak kunjung surut lebih dari seminggu.

Nyeri dan ruam
Merasa nyeri pada tubuh dan tulang pipi merupakan gejala umum ketika terserang flu atau demam. Namun, rasa nyeri karena terinfeksi virus Ebola bisa terjadi dimulai dari bawah kulit. Kulit mengeluarkan semacam nanah kelihatannya, padahal itu adalah darah.

Sesak nafas dan kelelahan
Gejala yang sangat khusus ketika terinfeksi Ebola yaitu mengalami sesak nafas. kemungkinan disertai dengan suhu tubuh meningkat.