Beranikah SBY Menaikkan Harga BBM

Beranikah SBY Menaikkan Harga BBM
Beranikah SBY Menaikkan Harga BBM

Garuda News – Setelah terjadi nya pembatasan kuota subsidi bahan bakar minyak (BBM) beberapa minggu lalu yang menyebabkan terjadinya antrian di berbagai sejumlah daerah dan saat ini pemerintah sudah menormalisasikan agar tidak terjadinya antrian secara meluas diberbagai daerah walaupun masih ada sebagian daerah yang masih tetap kehabisan stok bahan bakar minyak seperti premium dan solar. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),  Jero Wacik,  menegaskan bahwa dirinya mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak takut untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada saat ini juga.

Karena hal itu dibuktikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama 10 tahun memimpin, Presiden SBY sudah menaikkan harga BBM secara bertahap empat kali. "karena Ada polemik seolah-olah SBY takut akan menaikkan harga BBM. Nggak, nggak takut," Tegas Mentri SDM Jero Wacik, pada hari Senin (1/9/2014). Menurut Jero wacik, dari berbagai sejumlah kebijakan tentang kenaikan harga BBM, hanya satu yang gagal dilakukan oleh SBY yaitu pada 2012 karena Dewan Perwakilan Rakyat saat itu tidak menyetujuinya.

Dengan demikian, imbas dari gagalnya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada tahun 2012 lalu membuat beban negara menjadi lebih berat tahun ini. "Apa daya, akibatnya sekarang berat nih," Ujar jelas Wacik. Wacana akan adanya kenaikan harga BBM kali ini muncul setelah kuota BBM bersubsidi sesuai alokasi subsidi dalam APBN-P 2014 diperkirakan tak akan cukup hingga pada akhir tahun.

Kenaikan harga BBM merupakan salah satu opsi yang tepat untuk masalah ini agar beban subsidi di APBN di tahun 2014 tidak bertambah lagi dan tidak menjadi beban berat di perintahan trnsisi yang baru nanti 2014-2019, presiden terpilih jokowi-jk dirinya juga menegaskan Alasan dan Tujuan menaikan harga BBm jika dirinya dilantik. Pilihan lain adalah mengurangi konsumsi BBM bersubsidi, atau mendongkrak pendapatan negara sehingga lonjakan subsidi bisa tertutupi.