Apa Itu Virus Ebola?

virus ebola
Peringatan virus ebola


Garuda NewsApa itu virus ebola? Virus ebola adalah virus dari sebuah penyakit menular yang mengerikan, ebola dapat mengakibatkan kematian dalam waktu yang relatif singkat dan hingga kini belum diketemukan obatnya, namun kabarnya sudah ditemukan Vaksin Ebola. Salam sejarah dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Wabah Ebola di Afrika Barat adalah yang paling buruk. Virus ini mewabah di beberapa wilayah Afrika, khususnya Nigeria dan telah merenggut 1.848 nyawa manusia sejak awal ditemukan Ebola bulan April hingga Agustus 2014.

Cara kerja ebola yaitu dengan masuk ke sel tubuh manusia, lalu bereplikasi. Virus tersebut lalu menghasilkan semacam protein bernama Ebolavirus glycoprotein, yang nantinya menempel di sel pembuluh darah. mengakibatkan permeabilitas pembuluh darah meningkat dan menyebabkan kebocoran pada sel darah. Jika ini telah terjadi maka akan menebabkan penderita mengalami shock dan pada akhirnya meninggal.

Virus Ebola Di Indonesia

Virus Ebola Di Indonesia menurut Kepala Staf Medik Fungsional (SMF) Penyakit Dalam RSPI, Dr. H.I. Firmansyah usai konfrensi pers tentang 'Sosialisasi Kewaspadaan Terhadap Ebola' di RSPI Silianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (1/9/2014) "Ebola adalah virus 20 tahun terakhir yang cenderung terus meningkat. Untuk di Indonesia Ebola masih belum ada kasusnya, kasus masih di negara-negara Afrika," ujar Firman.

Penyebab Penularan Virus Ebola

Penyebab penularan virus ebola menurut Guru Besar Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Prof. dr. Umar Fahmi Ahmadi, MPH., Ph.D. ada lima strain Tai Forest ebolavirus, Yaitu Bundibugyo ebolavirus, Reston ebolavirus, Zaire ebolavirus dan Sudan ebolavirus. Reston ebolavirus tidak memberikan penyakit pada manusia meskipun bisa menginfeksi, Reston ebolavirus didapati di Philippines dan Cina pada binatang. Yang paling banyak menimbulkan wabah (outbreaks) adalah jenis: Sudan ebolavirus, Bundibugyo dan Zaire ebolavirus.

Seorang perawat yang tidak mengetahui penyakit yang diderita seorang pasien Liberia itu tanpa memakai masker pelindung saat merawat, akhirny ia meninggal. "sampai hari ini, sejumlah 77 kontak utama atau sekunder dari kasus tersebut telah berada diisolasi". Kasus terakhir yang diketahui juga menimpa seorang perawat yang telah mengalami kontak primer dengan Sawyer.

Beberapa hal tentang virus ebola perlu diketahui juga seperti gejala ebola dan mencegah menggunakan vaksin ebola dari tembakau yang ditemukan oleh Sutiman, Guru Besar Bio Cell Universitas Brawijaya Malang.