Golkar Tidak Merestui Kadernya Jadi Koalisi Jokowi-JK

Aburisal Bakri & Prabowo
Aburisal Bakri & Prabowo

Garuda News.com, - Setelah MK putusakan hasil sengketa pilpres 21/08/2014 dan menolak semua gugatan Prabowo-Hatta dan kini koalisi merah putih salah satunya Partai Golkar. Golkar dirinya tidak akan menyetujui jika kadernya yang ikut membantu presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla, dengan masuk menjadi bagian dalam kabinet pemerintahan nya. Sikap tegas ini diutarakan berkaitan dengan posisi Golkar yang konsisten berada dalam koalisi pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di luar pemerintahan.

"Ketua umum Aburizal Bakrie enggan menanda tangani jika kader partainya yang ikut masuk dalam kabinet Jokowi-JK karena kita sudah memilih berada di luar atau oposisi, dan kita harus bisa konsisten," Ujar Wakil Ketua Balitbang DPP Partai Golkar, Ali Mochtar Ngabalin, di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/8/2014).

Partai Golkar untuk pertama kalinya memilih berada di luar pemerintahan atau sebagai oposisi karena ingin menjadi penyeimbang. Sebab, kata Ngabalin, bukan tidak mungkin pemerintahan Jokowi-JK akan banayak dinodai dengan gaya kepemimpinan yang otoriter atau praktik koruptif.

Secara organisasi, Partai Golkar telah menyatakan diri bersama Koalisi Merah Putih untuk berada di luar pemerintahan. Sikap resmi itu diambil dan ditetapkan setelah MK mengumumkan hasil sidang Gugatan Prabowo, bersama seluruh Partai koalisi merah putih dan elite partai pendukung Prabowo-Hatta pada Kamis (22/8/2014) lalu