Alasan dan Tujuan Jokowi Naikan Harga BBM

Alasan dan Tujuan Jokowi Naikan Harga BBM
Alasan dan Tujuan Jokowi Naikan Harga BBM

Garuda News – Pertemuan antara dua presiden itu tak hanya membahas Rancangan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara 2015. Jokowi sempat menyinggung kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) sampai terjadinya antrean di berbagai daerah. Jokowi meminta SBY menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

Presiden terpilih Joko Widodo meminta Presiden yang sudah akan segera habis masa jabatannya ini Susilo Bambang Yudhoyono agar menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Namun ulul ini ditolak oleh SBY dengan alasan waktunya tidak tepat. Berikut ini Alasan sebenarnya SBY tolak BBM naik sekarang.

Seperti telah kita ketahui, kelangkaan minyak bersubsidi di berbagai daerah di Tanah Air membuat sejumlah warga yang panik mulai memborong Premium dan memicu antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum.

  1. Presiden terpilih, Joko Widodo, mengaku terpaksa menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) setelah dilantik, 20 Oktober mendatang. Hal ini dikarenakan agar dapat mengurangi APBN defisit pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
  2. Hutang negarayang telah ditinggalakan oleh pemerintahan sebelumnya menjadi beban negara untuk berkembang. Kata Jokowi "Kamu harus baca sendiri, APBN 2015 kamu baca. Kan kelihatan, berapa untuk bayar subsidi, berapa untuk bayar utang, kan kelihatan, kemudian anggaran mengikat"
  3. Alasan Jokowi akan menaikkan BBM yang lainnya, yaitu supaya subsidi dari anggaran menjadi tepat sasaran. Subsidi yang awalnya untuk BBM, nanti bisa dialihkan ke usaha kecil produktif, benih untuk petani, pestisida, dan solar untuk nelayan adalah beberapa kebutuhan yang akan mendapat subsidi. Jokowi juga berencana mempercepat pembangunan pipa gas untuk industri dan transportasi umum.
  4. Alokasi APBN banyak sekali sehingga jangan sampai masyarakat Indonesia menjadi terbiasa dengan subsidi-subsidi yang justru akan memberatkan anggaran negara. Lebih baik subsidi dialihkan untuk membangun Infrastuktur negara dan fasilitas pelayanan masyarakat misalnya.
Jokowi mengaku siap tidak populer karena meminta harga bahan bakar minyak (BBM) dinaikkan. Jokowi pun menyatakan berani menaikkan harga BBM setelah dilantik. Subsidi akan dialihkan ke usaha yang produktif seperti untuk petani, nelayan dan pengusaha kecil menengah.