GarudaNews.com – Badan Koordinasi Penanaman Modal melaporkan realisasi investasi pemodal asing dan dalam negeri pada kuartal II/2011 mencapai Rp62 triliun, atau naik 22,1% dibandingkan dengan periode sama 2010.
Berdasarkan kumulatif penanaman modal sepanjang paruh pertama 2011 mencapai Rp115,6 triliun atau 48,2% dari target Rp240 triliun pada tahun ini.
Secara keseluruhan untuk semester I/2011, porsi PMA turun dari 76,4% pada semester I/2010 menjadi 71,4%. Sebaliknya, PMDN meningkat dari 23,6% menjadi 28,6%.
Gita Wirjawan selaku Kepala BKPM menjelaskan PMDN pada kuartal II/2011 yang terbesar adalah di sektor tanaman pangan dan perkebunan, “yakni mencapai Rp3,1triliun” jelas, Kamis (21/7).
Gita melanjutkan realisasi investasi PMDN selama triwulan II-2011 berdasarkan lima sektor usaha masing-masing adalah tanaman pangan dan perkebunan sebesar Rp3,1 triliun, industri makanan Rp 2,9 triliun, industri kertas, barang dari kertas dan percetakan Rp2,7 triliun. Kemudian untuk industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronika Rp1,9 triliun, dan transportasi, gudang serta telekomunikasi sebesar Rp1,7 triliun.
Gita juga menjelaskan realisasi investasi PMDN berdasarkan lima lokasi proyek, yakni di DKI Jakarta Rp2,8 triliun, Rp2,7 triliun Jawa Barat, Jawa Timur sebesar Rp2,1 triliun, Kalimantan Tengah Rp2 triliun, dan di Jambi sebesar Rp1,9 triliun.
Sedangkan realisasi investasi PMA berdasarkan lima sektor usaha adalah 1,5 miliar dollar AS untuk pertambangan, industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi 0,6 miliar dollar AS, industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronika 0,5 miliar dollar AS. Selanjutnya untuk transportasi, dan telekomunikasi 0,5 miliar dollar AS, dan perdagangan dan reparasi adalah 0,4 miliar dollar AS.
“Sedangkan realisasi investasi PMA berdasarkan lima lokasi proyek adalah 0,8 miliar dollar AS di Jawa Barat, 0,7 miliar dollar AS di DKI Jakarta, 0,6 miliar dollar AS di Banten, Papua 0,5 miliar dollar AS, dan NTB 0,4 miliar dollar AS,” ungkap Gita.
RSS Feed
Twitter
Posted in